Lebih baik cerdas emosional atau cerdas intelektual?



Temen-temen tau ga apa itu kecerdasan emosional? Menurut wikipedia Kecerdasan emosional (bahasa Inggrisemotional quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. 

Beberapa dari kita sudah sering dengar orang pinter pasti IQ nya tinggi. IQ sendiri merupakan singkatan dari Intelectual quotient atau  IQ yang berarti suatu ukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang. Sehingga, daam hal ini IQ sering kali menjadi tolak ukur kesukesan seseorang.  

Pertanyaannya disini, kenapa kecerdasan emosional dianggap lebih penting daripada kecerdasan intelektual? Padahal bukan rahasia umum lagi kalau kecerdasan intelektual yang cenderung dimiliki oleh orang-orang cerdas pasti menjadi standar kesuksesan seseoramg. Namun faktanya, justru kecerdasan emosional lebih berpengaruh dua kali lipat.

Menurut penelitian menjelaskan bahwa EQ berkontribusi 2 kali lebih penting dalam mempengaruhi kesuksesan dibandingkan IQ. Kecerdasan emosi (EQ) mampu memberikan pengaruh 80% pada kesuksesan seseorang. Sementara kecerdasan intelektual (IQ) hanya 20%. Hal ini disebabkan karena kemampuan akademik bawaan, nilai tes, dan kelulusan pendidikan tinggi tidak bisa memprediksi seberapa baik kinerja atau kesuksesan yang akan dicapai seseorang. Sebaliknya, kecakapan khusus seperti empati, disiplin, dan inisiatif, dapat memengaruhi keberhasilan kerja. 

Menurut Goleman, khusus pada orang-orang yang murni hanya memiliki kecerdasan akademis tinggi, mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidak beralasan, terlalu kritis, rewel, cenderung menarik diri, terkesan dingin dan cenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. Bila didukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya, maka orang-orang seperti ini sering menjadi sumber masalah.   

Karena sifat-sifat di atas, bila seseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah maka cenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala, sulit bergaul, mudah frustrasi, tidak mudah percaya kepada orang lain, tidak peka dengan kondisi lingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. Kondisi sebaliknya, dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.   

Nah, dari sini tentunya teman-teman dapat memahami bahwa cerdas dalam emosional berati cerdas dalam memahami kondisi dan mengendalikan emosi. Sehingga dalam lingkungan pekerjaan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dikarenakan tingkat pemhanam dan empati yang tinggi antar rekan kerja atau teman-teman yang lain dan hal ini merupakan pondasi dalam baiknya hubugan antar manusia.

Sehingga dapat disimpulkan mengapa kecerdasan emosional EQ lebih berpengeruh hingga 80% dan kecerdasan intelektual hanya 20% hal ini dikarenakan kepribadian yang baik mampu membantu dalam terbentuknya lingkungan yang baik, yang justru menjadi media belajar yang terbaik.

 

 

 

 


Komentar

Postingan Populer